Sejarah Baru Panahan Indonesia di Aichi-Nagoya
Pemanah putri Indonesia, Nurisa Dian Ashrifah, mengukir tinta emas dalam sejarah olahraga nasional usai meraih medali emas pertama bagi Indonesia dari cabang olahraga panahan sepanjang keikutsertaan di Asian Games. Bertanding pada nomor individual compound putri di Okazaki Chuo Sogo Park, Aichi, Nurisa menyajikan performa bermental baja dengan menundukkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco, lewat skor tipis 139-137 dalam babak final yang berlangsung sengit.
Keberhasilan Nurisa dipastikan setelah tembakan pemungkasnya menembus sasaran tepat di angka 10 pada putaran penentu. Torehan impresif ini tidak hanya memecahkan rekor emas pertama panahan, tetapi juga menjadi medali emas kelima bagi kontingen Indonesia pada gelaran Asian Games Aichi-Nagoya. Pencapaian tersebut sekaligus melampaui target awal yang ditetapkan pemerintah sebelum ajang multi-cabang olahraga terbesar se-Asia ini dimulai.
Mengakhiri Dahaga Panjang Emas Panahan
Kemenangan Nurisa resmi mengakhiri nirlaba medali emas Indonesia dari arena panahan Asian Games sejak cabang ini kembali dipertandingkan secara rutin pada edisi 1978. Selama puluhan tahun, raihan terbaik atlet-atlet panahan Nusantara selalu tertahan di podium perak.
Sejarah mencatat Indonesia sebelumnya meraih medali perak pada nomor recurve beregu putra edisi 1982 dan recurve beregu putri pada 1994. Pada edisi Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang, Diananda Choirunisa hampir memutus dahaga tersebut sebelum akhirnya harus puas menyabet medali perak pada nomor individual recurve putri. Nurisa kini berhasil menuntaskan penantian panjang tersebut.
Melampaui Target Medali Kontingen Garuda
Tambahan satu emas dari cabang panahan ini secara otomatis membawa kontingen Indonesia melampaui target empat medali emas yang dicanangkan pemerintah. Sebelumnya, target empat emas berhasil disamai sehari lebih awal berkat aksi gemilang Desak Made Rita Kusuma Dewi dari cabang panjat tebing nomor speed putri.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian para atlet yang berhasil menembus batas target tersebut. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan ini memicu optimisme baru bagi cabang-cabang olahraga lain yang masih berjuang di babak final untuk terus menambah perolehan medali bagi Merah Putih.
Peta Perolehan Medali Sementara
Selain emas dari panahan dan panjat tebing, cabang olahraga bulu tangkis menyumbang dua medali emas melalui nomor beregu putra serta ganda putra lewat pasangan Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin. Sementara itu, satu medali emas lainnya dipersembahkan oleh lifter andalan Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, dari cabang angkat besi.
Dengan mengoleksi lima medali emas, delapan perak, dan 21 perunggu, Indonesia kini menempati peringkat ke-13 dalam klasemen sementara perolehan medali. Di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia masih berada di bawah Thailand yang menduduki peringkat kelima dengan 12 emas, serta Malaysia di peringkat ke-11 dengan raihan enam emas. Persaingan di Asian Games Aichi-Nagoya sendiri masih akan terus berlangsung hingga 4 Oktober mendatang.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post