Sikapi Isu Gempa Malang-Lumajang, BMKG Malang Minta Warga Tak Termakan Hoaks Medsos
MALANG TODAY – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Malang Raya dan sekitarnya agar tidak mudah terpengaruh oleh isu liar di media sosial pascaguncangan gempa bumi yang melanda wilayah Malang dan Lumajang dalam dua hari terakhir. Maraknya narasi spekulatif yang menyebut rentetan gempa tersebut sebagai pertanda bencana yang lebih besar dipastikan sebagai informasi yang tidak berdasar.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, menegaskan bahwa asumsi yang mengaitkan fenomena gempa belakangan ini dengan potensi gempa dahsyat adalah hoaks yang sengaja disebarkan pihak tak bertanggung jawab.
“Kami menyampaikan agar masyarakat jangan mudah terpengaruh terkait berita-berita yang beredar di media sosial atau siaran langsung yang mengaitkan kedua gempa ini dan mengklaim akan memicu gempa bumi besar. Itu tidak perlu dikhawatirkan,” tegas Ricko dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).
BMKG Tegaskan Gempa Bumi Belum Bisa Diprediksi
Menanggapi kesimpangsiuran informasi yang meresahkan warga di kawasan Malang Selatan hingga area pesisir Jawa Timur, BMKG kembali menekankan keterbatasan teknologi sains saat ini dalam memprediksi aktivitas seismik secara spesifik.
“Kami memastikan bahwa hingga saat ini gempa bumi belum bisa diprediksi secara tepat, baik dari segi waktu, lokasi, maupun kekuatannya sebelum peristiwa itu benar-benar terjadi,” jelas Ricko Kardoso.
Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan, namun tetap dituntut untuk selalu waspada dan memahami langkah-langkah mitigasi bencana mandiri di lingkungan masing-masing.
Pengawasan 24 Jam dan Imbauan Akses Informasi Resmi
Untuk menjamin keselamatan publik, BMKG memastikan pengawasan aktivitas tektonik di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya terus dilakukan secara arfiat dan komprehensif. Pemantauan ini didukung oleh infrastruktur sensor kegempaan canggih yang beroperasi penuh tanpa henti.
“BMKG terus memantau aktivitas kegempaan selama 24 jam setiap hari melalui jaringan sensor yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia,” tambah Ricko.
Masyarakat Malang Raya diimbau untuk menyaring setiap informasi yang diterima dan senantiasa merujuk pada saluran komunikasi resmi yang terverifikasi, seperti kanal media sosial resmi BMKG atau aplikasi InfoBMKG, guna menghindari disinformasi yang meresahkan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post