MALANG TODAY – Pasar kripto kembali mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan sesi pagi. Aset kripto dengan kapitalisasi terbesar, Bitcoin (BTC), bergerak melaju seiring melandainya imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) dari titik tertingginya dalam kurun lebih dari dua dekade terakhir.
Berdasarkan data pantauan CoinMarketCap, harga Bitcoin melonjak 1,64% ke level US$ 84.832 per koin, atau setara dengan Rp 1,52 miliar (dengan mengacu pada asumsi nilai tukar Rp 17.943 per dolar AS). Penguatan mata uang digital ini memberikan angin segar bagi para pelaku pasar setelah sempat tertekan oleh tingginya imbal hasil surat utang AS.
Pasar Kripto Global Turut Terkerek
Gairah perdagangan di zona hijau tidak hanya dinikmati oleh Bitcoin. Kapitalisasi pasar kripto secara global secara keseluruhan melesat 0,99% dalam 24 jam terakhir, hingga menyentuh angka US$ 2,89 triliun. Sementara itu, Indeks CoinDesk 20 yang mengukur performa 20 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar mencatatkan kenaikan sebesar 1,11%.
Sejumlah aset kripto utama (altcoins) melaju serempak di jalur positif. Ethereum (ETH) tercatat menguat 0,79% menjadi US$ 2,705, sedangkan Binance Coin (BNB) naik tipis 0,26% hingga berada di posisi US$ 771.
Landainya Yield Obligasi AS Jadi Katalis Utama
Secara analitis, pendorong utama reli harga Bitcoin kali ini dipicu oleh koreksi yield obligasi Pemerintah AS bertenor 10 tahun. Sebelumnya, tingkat imbal hasil surat utang AS sempat menembus level puncak di 5,342%—sebuah posisi tertinggi yang belum pernah terlihat lagi sejak April 2002. Namun, pergerakan tersebut kemudian melandai ke kisaran 5,251%.
Penurunan imbal hasil obligasi acuan tersebut memberi iklim positif dan ruang napas bagi aset-aset berisiko (risk-on assets) untuk berbalik menguat. Momentum perbaikan harga ini sudah terlihat sejak hari sebelumnya, di mana Bitcoin sempat berhasil menembus barikade psikologis US$ 84.000 berkat meredanya tekanan pada pasar obligasi AS.
Antara Pemulihan dan Bayang-Bayang Koreksi
Kendati menunjukkan momentum pemulihan dalam jangka pendek, para pelaku pasar dan investor diimbau tetap mewaspadai potensi risiko koreksi teknikal. Dinamika pasar kripto yang volatil masih menyimpan celah volatilitas yang sewaktu-waktu dapat memicu pembalikan arah harga.
Merujuk pada data peta likuidasi CoinGlass, terdapat konsentrasi zona likuiditas penting yang berada di kisaran rentang harga US$ 84.500 hingga US$ 82.900. Area ini dinilai menjadi titik krusial (support line) yang akan menguji ketahanan tren penguatan Bitcoin dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post