Langkah Tegas BEI Minta Klarifikasi Emiten Haji Isam
Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan surat permintaan penjelasan resmi kepada dua emiten perkebunan kelapa sawit, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN). Langkah tegas Otoritas Bursa ini diambil guna merespons dinamika transaksi penjaminan atau gadai miliaran lembar saham yang dilakukan oleh para pemegang saham pengendali kedua perusahaan tersebut.
Corporate Secretary BEI, Elsierra Putri Yosita, mengonfirmasi bahwa pemanggilan klarifikasi ini berpedoman pada Peraturan Bursa Nomor I-E mengenai Kewajiban Penyampaian Informasi bagi Perusahaan Tercatat. Pihaknya mengimbau publik dan para investor agar tetap cermat dalam mengamati setiap pergerakan keterbukaan informasi yang dirilis oleh emiten bersangkutan.
Detail Transaksi Gadai Saham JARR dan PGUN
Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi, transaksi penjaminan saham skala besar ini resmi dilaporkan ke publik. Direktur Utama PT Jhonlin Agro Raya Tbk, Indra Irawan, memaparkan bahwa pemegang saham pengendali perseroan, PT Eshan Agro Sentosa, telah menggadaikan sebanyak 7.997.556.204 lembar saham JARR.
Di saat bersamaan, Direktur PT Pradiksi Gunatama Tbk, Tamlikho, juga mengungkap aksi serupa yang melibatkan tiga entitas sekaligus. Ketiganya meliputi PT Araya Agro Lestari yang menggadaikan 2.205.667.896 lembar saham, PT Citra Agro Raya sebanyak 2.194.778.786 lembar saham, dan PT Baramega Citra Mulia Persada sebesar 900.000.250 lembar saham. Jika dikalkulasikan, akumulasi saham PGUN yang diagunkan mencapai kurang lebih 5,29 miliar lembar saham.
Manajemen Pastikan Posisi Pengendali Aman
Jajaran manajemen dari kedua belah pihak menegaskan bahwa agunan saham jumbo tersebut ditujukan secara khusus sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diterima oleh afiliasi perseroan. Meski melibatkan volume saham yang sangat signifikan, manajemen memastikan operasional dan struktur kepemilikan tidak terganggu.
Pihak perseroan menggaransi bahwa skema gadai saham ini tidak akan menimbulkan gejolak perpindahan kekuasaan atau perubahan pengendali. Selain itu, aksi ini dijamin tidak memicu dilusi kepemilikan saham publik maupun mengganggu komposisi modal yang telah ditempatkan dan disetor. Direksi kedua emiten menekankan seluruh proses transaksi telah melalui mekanisme legal yang wajar dan tunduk pada aturan perundang-undangan pasar modal yang berlaku.
Keterkaitannya dengan Rencana Akuisisi Saham BYAN
Maraknya transaksi penjaminan aset ini menyita perhatian para pelaku pasar karena berlangsung sejajar dengan rencana aksi korporasi pengusaha nasional, Haji Isam. Taipan asal Kalimantan Selatan tersebut saat ini tengah merampungkan rencana akuisisi kepemilikan saham di emiten raksasa batu bara, PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Dalam pembaruan perjanjian jual beli saham terkini, porsi pengambilalihan saham BYAN yang dibidik dari konglomerat Low Tuck Kwong dan Elaine Low bahkan dilaporkan meningkat signifikan hingga mencapai porsi 30,25 persen. Pasar kini terus memantau apakah rangkaian transaksi penjaminan saham pada emiten perkebunan ini memiliki korelasi strategis terhadap pemenuhan pendanaan aksi akuisisi energi tersebut.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post