Seni tradisional Indonesia kembali memikat panggung diplomasi internasional. Kain batik tulis buatan perajin asal Pekalongan, Jawa Tengah, secara resmi dipilih menjadi simbol diplomasi dan persahabatan antara Amerika Serikat (AS) dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Momen bersejarah ini ditandai dalam pameran khusus saat perayaan menjelang 250 tahun kemerdekaan Negeri Paman Sam di Jakarta.
Karya seni bernilai tinggi tersebut diperkenalkan langsung oleh Duta Besar AS untuk ASEAN, Kevin Kim, dalam sebuah resepsi diplomatik yang digelar di kediamannya di Jakarta pada Jumat (18/9/2026). Batik tersebut mempertemukan identitas visual dari dua belahan dunia dalam satu helai kain yang sarat makna kebudayaan.
Simbolisme Burung Elang dan Tangkai Padi
Batik bertema “250 America” ini merupakan mahakarya dari tangan dingin Mugi Raharjo, seorang maestro dan perajin batik asal Pekalongan. Dalam desainnya, Mugi secara apik memadukan elemen ikonik kedua wilayah: lambang burung elang khas AS disandingkan secara harmonis dengan deretan tangkai padi yang menjadi simbol persatuan dan kemakmuran masyarakat Asia Tenggara.
Duta Besar Kevin Kim menegaskan bahwa pendekatan kebudayaan melalui batik merupakan cara yang paling alami dan menyentuh dalam mempererat hubungan bilateral. Menurutnya, warisan tradisi lokal Indonesia ini memiliki daya tarik universal yang melampaui batas-batas wilayah.
“Pemikirannya sangat sederhana. Batik itu indah, dan kita sedang berada di Jakarta, Indonesia. Merayakan budaya Amerika Serikat dan Asia Tenggara secara bersamaan melalui batik adalah hal yang sangat masuk akal,” ujar Kim dalam sambutannya.
Rekam Jejak Batik dalam Diplomasi AS
Penggunaan batik sebagai instrumen diplomasi bagi AS sebenarnya memiliki akar sejarah yang cukup panjang. Departemen Luar Negeri AS di Washington DC mencatat telah mengoleksi ragam kain batik asal Indonesia sejak era 1930-an hingga 1970-an. Salah satu koleksi paling bersejarah adalah batik yang pernah dikenakan oleh Presiden AS Ronald Reagan saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada tahun 1982.
Melanjutkan tradisi diplomasi budaya tersebut, Kim berencana memboyong batik karya Mugi Raharjo ini ke Washington DC untuk dipajang secara permanen di Gedung Departemen Luar Negeri AS.
“Saya akan menggantungnya dan memastikan kain ini tampak menonjol sebagai simbol abadi dari rasa kasih sayang, hubungan antarmasyarakat, serta bentuk apresiasi terhadap budaya dan seni kita masing-masing,” pungkasnya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post