JAKARTA — Tim Nasional Indonesia berhasil mengamankan tiket ke partai puncak turnamen edisi perdana FIFA ASEAN Cup secara spektakuler pada Kamis malam. Menjalani laga penentuan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, skuad Garuda melindas Bangladesh dengan skor telak 9-2. Kemenangan fantastis ini sekaligus memastikan Indonesia unggul produktivitas gol atas Malaysia untuk memuncaki klasemen akhir Grup A.
Bomber keturunan, Mitchell Baker, menjadi bintang utama lapangan dengan memborong lima gol bagi tuan rumah. Meski demikian, margin kemenangan tujuh gol yang diraih Indonesia nyaris tidak cukup, menyusul hasil mengejutkan dari laga lain di Bandung ketika Malaysia membantai Singapura 6-0 pada saat yang bersamaan.
Klasemen Ketat dan Drama Agresivitas Gol
Hasil dari dua pertandingan pemungkas tersebut membuat Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi tujuh poin dengan selisih gol yang identik, yaitu plus sembilan (+9). Dalam kriteria penentuan posisi (tiebreaker), agresivitas gol menjadi penentu utama. Indonesia berhak menduduki posisi puncak berkat catatan 11 gol sepanjang fase grup, unggul dua gol atas Malaysia yang membukukan total sembilan gol.
Sebelum matchday terakhir ini, Indonesia mencatatkan kemenangan 2-0 atas Singapura dan bermain imbang tanpa gol 0-0 saat berhadapan dengan Malaysia. Di sisi lain, Malaysia membuka kampanye turnamen dengan menang 3-0 atas Bangladesh, disusul hasil imbang melawan Indonesia, dan ditutup pesta enam gol tanpa balas ke gawang Singapura. Malaysia mengukir catatan unik dengan menuntaskan fase grup tanpa pernah kebobolan satu gol pun, namun harus puas berstatus sebagai runner-up.
Sesuai dengan regulasi turnamen, hanya juara dari masing-masing grup yang berhak melenggang ke partai final, sementara tim peringkat kedua akan berlaga di perebutan tempat ketiga. Di babak final yang akan digelar pada Senin mendatang di Jakarta, Indonesia dijadwalkan menantang Thailand, yang telah lebih dulu mengunci gelar Juara Grup B usai menyapu bersih kemenangan atas Pakistan dan Vietnam.
Sensasi Laga Tambahan Waktu yang Menguras Emosi
Menyadari bahwa setiap gol sangat krusial untuk menentukan kelolosan, anak-asuh John Herdman tampil menekan sejak peluit pertama dibunyikan. Indonesia langsung tampil dominan dan menutup babak pertama dengan keunggulan telak 6-1. Baker mencetak empat gol di paruh pertama, disusul sumbangan gol dari Rizky Ridho dan Justin Hubner.
Atmosfer pertandingan berubah tegang di paruh kedua, terutama saat kabar masuk bahwa Malaysia terus menambah pundi-pundi golnya ke gawang Singapura. Luke Vickery sempat membawa Indonesia unggul 7-1 pada menit ke-90. Namun, kebobolan lewat gol pemain Bangladesh, Farhaan Ali Wahid, di masa injury time sempat mengancam posisi Indonesia di puncak klasemen.
Dalam situasi krusial tersebut, Garuda merespons secara dramatis pada sisa masa perpanjangan waktu. Kevin Diks berhasil menjebol gawang lawan pada menit 90+6, sebelum akhirnya Baker melengkapi pencapaian quint-trick (lima gol) semenit kemudian. Dua gol di menit-menit akhir itu mengunci skor menjadi 9-2 sekaligus menyegel tiket final untuk Indonesia.
Lima gol Mitchell Baker masing-masing tercipta pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7. Empat gol Indonesia lainnya disumbangkan oleh Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks. Sementara dua gol hiburan Bangladesh dicetak oleh Mohammed Shahriar Emon dan Farhaan Ali Wahid.
Rekor Baru di Depan Mata
Pelatih kepala Indonesia, John Herdman, tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya atas dinamika luar biasa yang terjadi di laga pamungkas tersebut.
“Ini adalah pertandingan paling gila yang pernah saya alami sepanjang karier,” ujar John Herdman. Pelatih asal Inggris tersebut mengaku harus membagi fokus antara memandu timnya di lapangan Jakarta dan memantau perkembangan skor di Bandung yang terus berubah dramatis.
“Kami benar-benar tidak menyangka Malaysia bisa unggul hingga 6-0 atas Singapura,” tambah Herdman.
Kini, Indonesia berpeluang mencatatkan sejarah baru di kandang sendiri untuk merengkuh trofi edisi pertama FIFA ASEAN Cup. Ujian terakhir skuad Garuda adalah menumbangkan kekuatan utama Asia Tenggara, Thailand, dalam laga puncak pekan depan.
Susunan Pemain
Indonesia: Emil Audero (PG); Kevin Diks, Rizky Ridho (Luke Vickery 60′), Elkan Baggott, Justin Hubner, Joey Pelupessy, Calvin Verdonk, Ivar Jenner (Dean James 73′), Mitchell Baker, Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen (Egy Maulana Vikri 73′).
Pelatih: John Herdman.
Bangladesh: Mehedi Hasan Srabon (PG); Jamal Bhuyan, Hamza Choudhury, Itofusa Shuki (Farhaan Ali Wahid 46′), Rakib Hossain, Sahariar Emon (Minhaz Shadin 46′; Shakil Ahad Topu 74′), Zidane Yousuf, Tariq Kazi, Zayyan Ahmed, Saad Uddin, Shamit Shome (Sohel Rana 27′).
Pelatih: Thomas Dooley.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post