SOLOK – Bencana banjir bandang menerjang wilayah Kabupaten Solok, Sumatra Barat, pada Senin (21/9) malam. Peristiwa tragis ini mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal dunia, empat orang mengalami luka-luka, dan merusak ratusan rumah warga. Tak hanya itu, musibah ini juga melumpuhkan sebagian aktivitas pemerintahan daerah setempat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat, Era Sukma, mengonfirmasi bahwa ratusan warga dan pemukiman terdampak langsung oleh luapan air bah tersebut. Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan pembaruan data terkait jumlah pasti korban dan kerusakan di lapangan.
Di sepanjang lokasi terdampak dan aliran sungai, tumpukan material berupa kayu dan batu-batu berukuran besar tampak berserakan serta menimbun area pemukiman warga. Bencana ini juga sempat membuat tiga orang warga dilaporkan hilang terseret arus deras.
Pencarian Korban Hilang dan Duka Keluarga
Pemerintah daerah bersama tim SAR gabungan telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari ke depan untuk memfokuskan penanganan bencana dan pencarian korban hilang.
Kisah pilu dialami oleh Affan Alqadri (24), salah satu korban selamat yang berjuang menyelamatkan adiknya, Daffi Arahman, saat banjir bandang menghantam warung mereka di pinggir jalan Padang-Solok. Air bah yang datang secara mendadak langsung merobohkan bangunan dan membawa material berat.
Meski Affan sempat memeluk dan menahan etalase toko agar sang adik tidak terseret, derasnya arus dan hantaman material bangunan membuat genggaman mereka terlepas. Affan yang mengalami luka-luka di kepala sempat terseret air sebelum akhirnya berhasil menyelamatkan diri ke sebuah masjid.
Upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan akhirnya membuah hasil pada Selasa (22/9) siang. Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menyatakan bahwa jasad Daffi berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada jarak sekitar 11 kilometer dari lokasi kejadian.
Mendesaknya Bantuan Logistik bagi Pengungsi
Selain menelan korban jiwa, para pengungsi kini menghadapi ancaman krisis logistik. Salah seorang warga selamat, Gasani Zaida (18), mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya harus merelakan rumah mereka tertimbun lumpur, batu, dan kayu.
Sani menceritakan bahwa keluarganya terpaksa melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi di tengah kegelapan malam sebelum akhirnya bertahan di masjid desa. Hingga Selasa pagi, bantuan makanan dilaporkan belum menyentuh seluruh warga terdampak.
Warga yang bertahan di pengungsian sangat mengharapkan bantuan makanan siap saji serta alat berat atau personel tambahan untuk membantu membersihkan puing-puing material kayu berukuran besar yang menimbun rumah mereka.
Roda Pemerintahan Lumpuh dan Akses Jalan Terganggu
Dampak banjir bandang juga merusak fasilitas publik. Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, menyampaikan bahwa sebanyak 12 kantor dinas di lingkup Pemerintah Kabupaten Solok ikut menerjang banjir, yang menyebabkan roda pemerintahan daerah lumpuh dan harus beroperasi dalam kondisi darurat.
Mahyeldi menegaskan bahwa prioritas utama dalam masa tanggap darurat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Terkait kerusakan perkantoran, Pemprov Sumbar telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan akan menerjunkan tim khusus untuk mengkaji kelaikan lokasi tersebut.
Sementara itu, akses lalu lintas di jalur utama Padang-Solok sempat mengalami lumpuh total akibat tertutup material banjir. Saat ini, jalur tersebut sudah mulai dapat dilalui kendaraan secara terbatas dengan sistem buka-tutup, seiring berjalannya proses pembersihan jalan oleh alat berat.

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)











Discussion about this post