Musik kerap kali menjadi wadah paling jujur untuk memproses luka, trauma, dan residu emosi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata biasa. Banda Neira kembali membuktikan hal tersebut lewat perilisan video musik terbaru untuk trek hit mereka, “Ajariku Jadi Berani”. Berkolaborasi dengan proyek musik Reruntuh, tembang yang diambil dari album Tumbuh dan Menjadi ini tak sekadar hadir sebagai sajian audio-visual biasa, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang perjuangan menaklukkan rasa takut yang melumpuhkan.
Merawat Ketakutan Menjadi Daya Cipta
Dibalik keindahan aransemen dan liriknya yang menyentuh, “Ajariku Jadi Berani” menyimpan latar belakang sejarah personal yang amat krusial bagi sang penulis lagu, Ananda Badudu. Karya ini lahir dari pengalaman pahit pasca-penangkapannya pada 2019 silam setelah menggalang dana publik untuk mendukung aksi demonstrasi mahasiswa. Trauma dan kecemasan yang tertinggal coba ditransformasikan menjadi sesuatu yang konstruktif.
“Saya sadar saya masih membawa kemarahan itu, tapi saya tidak ingin kemarahan itu berubah jadi sesuatu yang destruktif. Itu sebabnya saya menulis ‘Ajariku Jadi Berani’,” ungkap Ananda. Lewat lagu ini, ia berharap karya tersebut bisa menjadi pemantik, baik bagi dinamika internal Banda Neira maupun para pendengarnya, untuk sama-sama belajar melangkah keluar dari bayang-bayang ketakutan.
Narasi Visual dan Katarsis Gerak Tubuh
Untuk menerjemahkan kedalaman emosi lagu ini ke dalam bentuk visual, Banda Neira menggandeng fotografer Rukii Naraya sebagai sutradara, serta melibatkan Enji Sekar dan Arsita Iswardhani yang bertindak sebagai koreografer sekaligus dramaturg. Pendekatan teatrikal melalui eksplorasi gerak tubuh menjadi bahasa utama dalam video musik ini untuk menggambarkan pergulatan batin seseorang yang berupaya menghadapi kecemasan terbesarnya.
Visualisasi ini menandai kolaborasi apik kesekian kalinya antara grup musik tersebut dengan Kithlabo, unit usaha Believe, yang sebelumnya juga sukses menggarap video musik kontemplatif “Mimpilah Seliar-liarnya”.
Aktivasi Ruang Komunitas Lewat ‘Jadi Berani Project’
Pesan keberanian tersebut tidak berhenti di layar kaca. Mengiringi peluncuran video musiknya, Banda Neira meretas batas antara musisi dan pendengar dengan merancang sebuah kolektif ruang bertajuk Jadi Berani Project. Rangkaian helatan budaya mandiri ini menghadirkan pameran zine yang melibatkan lebih dari 90 pengkarya independen, lokakarya photostory bersama Rukii Naraya, hingga pertunjukan musik intim yang menampilkan Banda Neira, Reruntuh, dan Pendarra.
Vokalis sekaligus pemain biola Banda Neira, Sasha, menegaskan pentingnya keterlibatan publik dalam proyek ini. “Lewat proyek ini kami mengajak siapa pun yang ingin ikut untuk berproses bersama sambil memaknai apa arti keberanian buat kita,” pungkasnya. Sebuah manifestasi seni yang tak hanya merayakan karya musik, tetapi juga merawat keberanian kolektif di tengah situasi yang tak selalu ramah.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post