Pemkot Malang Terjunkan Tim Psikologis untuk Siswa SMPN 18
Pemerintah Kota Malang bergerak cepat merespons keresahan orang tua dan siswa terkait dugaan kasus kekerasan di lingkungan SMP Negeri 18 Malang. Mulai Senin besok, Pemkot Malang menerjunkan tim khusus untuk memberikan pendampingan psikologis dan trauma healing langsung ke rumah-rumah siswa yang terdampak.
Langkah taktis ini diambil guna memulihkan kondisi mental para murid yang mengalami tekanan maupun trauma pasca mencuatnya dugaan tindakan kekerasan yang melibatkan kepala sekolah nonaktif di lembaga pendidikan menengah pertama tersebut.
Gandeng Psikolog dan Psikiater Melalui Layanan ‘Door to Door’
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa penanganan trauma anak menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Untuk memaksimalkan proses pemulihan, Pemkot Malang mengolaborasikan tenaga ahli dari Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang.
“Mulai hari Senin, tim sudah mulai mendatangi rumah-rumah siswa yang merasa ada tekanan dan trauma terkait tindakan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 18 nonaktif,” ujar Wahyu pada Minggu (28/9/2026).
Tidak hanya menyiagakan konselor dan psikolog, Pemkot Malang juga mengandeng tenaga psikiater profesional. Kehadiran tim medis spesialis jiwa ini disiapkan untuk mendampingi siswa yang membutuhkan penanganan klinis lebih mendalam selama proses penyelesaian kasus berjalan.
Pemerintah Fokus Pendampingan, Proses Hukum Diserahkan ke Kepolisian
Menanggapi langkah sejumlah orang tua murid yang telah resmi melaporkan dugaan kekerasan ini ke Polresta Malang Kota, Wahyu menegaskan bahwa Pemkot Malang sangat menghormati hak hukum para wali murid tersebut. Pihaknya memilih fokus penuh pada ranah perlindungan anak dan keberlanjutan pendidikan para siswa.
“Kalau masalah hukum, itu sepenuhnya hak orang tua untuk melaporkan. Namun posisi kami di pemerintah daerah adalah memastikan pendampingan penuh terhadap siswa-siswi yang mengalami trauma,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi keberanian para siswa dan sikap proaktif orang tua yang mau bersuara terbuka mengenai kondisi sebenarnya di sekolah. Menurut Wahyu, keterbukaan informasi dari masyarakat sangat krusial agar pemerintah dapat memetakan masalah secara akurat dan mengambil tindakan korektif yang tepat sasaran.
Melalui intervensi psikologis yang terintegrasi ini, Pemkot Malang berharap rasa aman dan nyaman dapat segera pulih, sehingga iklim belajar-mengajar di SMPN 18 Malang kembali kondusif bagi seluruh peserta didik.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post