Pasokan Air Bersih Tembus 2,5 Juta Liter, BPBD Kabupaten Malang Perluas Distribusi ke Enam Kecamatan Terdampak Kekeringan
Krisis air bersih akibat musim kemarau di wilayah selatan Kabupaten Malang terus mendapat penanganan intensif. Hingga penutupan masa pemantauan akhir September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat akumulasi penyaluran air bersih telah menembus angka 2.548.400 liter demi menopang kebutuhan harian masyarakat di kawasan terdampak.
Langkah taktis ini diambil seiring ditetapkannya status tanggap darurat kekeringan serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pasokan air saban hari dialirkan menggunakan armada tangki secara bergelombang untuk menjangkau titik-titik pemukiman warga yang sumur dan sumber air alaminya telah mengering total.
14 Ribu Jiwa Terancam Krisis Air, Desa Karangkates Terima Alokasi Terbesar
Berdasarkan pemutakhiran data Posko Komando Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Malang, dampak kekeringan kali ini mengepung 11 desa yang tersebar di enam kecamatan. Total warga yang terdampak mencapai 4.684 kepala keluarga (KK) atau setara 14.794 jiwa.
Adapun enam wilayah yang menjadi fokus penanganan meliputi Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, dan Pagak. Dari belasan desa tersebut, Desa Karangkates di Kecamatan Sumberpucung mencatatkan penerimaan alokasi bantuan air terbesar, yakni mencapai 712.700 liter. Posisi berikutnya disusul oleh Desa Tumpakrejo di Kecamatan Gedangan dengan kucuran 385.000 liter, serta Desa Sumberagung di Kecamatan Sumbermanjing Wetan sebesar 350.000 liter.
Dalam pengiriman armada terbaru pada awal pekan ini, BPBD mengerahkan lima armada tangki yang melakukan 16 kali pengiriman (rit) untuk menyuplai 86.050 liter air bersih. Bantuan mendesak tersebut disalurkan langsung ke pemukiman warga di Desa Sitiarjo, Kedungbanteng, Karangkates, Kalirejo, Sumberpetung, Pagak, hingga fasilitas pelayanan publik vital seperti Puskesmas Sitiarjo.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Kesiapsiagaan Karhutla di Kawasan Gunung Kawi
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menegaskan bahwa penanganan darurat kekeringan ini merupakan kerja bersama lintas instansi. Operasi kemanusiaan ini melibatkan sinergi antara BPBD, PMI Kabupaten Malang, Damkar Kabupaten Malang, Perumda Tirta Kanjuruhan, PJT I Karangkates, jajaran perangkat desa, hingga jajaran mitra swasta dan relawan kemanusiaan.
Di samping memprioritaskan krisis air bersih, BPBD juga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di vegetasi lereng Gunung Kawi dan Gunung Butak. Pemantauan area rawan tersebut dikendalikan langsung melalui pos lapangan yang disiagakan di Kecamatan Wagir dan Kecamatan Dau.
Untuk memastikan respons cepat terhadap dinamika bencana di lapangan, layanan Posko Siaga BPBD beroperasi penuh selama 24 jam penuh. Sistem pemantauan terintegrasi ini menjangkau 33 kecamatan se-Kabupaten Malang memanfaatkan jaringan radio komunikasi, sarana internet, serta saluran darurat.
Pihak otoritas imbauan keras kepada masyarakat Malang Raya, khususnya warga di pelosok desa terdampak, untuk segera melapor kepada petugas terdekat atau melalui saluran kedaruratan daerah jika mulai mengalami krisis air bersih maupun menemukan titik api sekecil apa pun di area lahan kering.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post