Langkah Strategis ASOS: Sambut Musim Gugur dengan Amunisi Baru di Lini Menswear dan Kebangkitan Majalah Ikonis
Raksasa retail mode daring global, ASOS, tampaknya tidak ingin kehilangan momentum dalam menyambut pergantian musim tahun ini. Melalui serangkaian gebrakan strategis yang ambisius, destinasi belanja fashion favorit generasi muda ini resmi menunjuk Direktur Produk Menswear baru untuk lini ASOS Design, meluncurkan kampanye musim gugur bernuansa sinematik, hingga menghidupkan kembali media cetak legendaris mereka, ASOS Magazine, yang siap menyapa pembaca pada September mendatang.
Langkah masif ini menegaskan komitmen perusahaan untuk tidak hanya sekadar menjadi platform transaksi jual-beli, melainkan juga sebagai kompas gaya hidup dan otoritas mode yang menginspirasi keputusan berpakaian para pencinta fashion di seluruh dunia.
Nakhoda Baru Lini Busana Pria: Jon Bennett
Dalam upaya memperkuat posisi di pasar busana pria yang kian kompetitif, ASOS berhasil membajak Jon Bennett dari rival sengit mereka, Next. Bennett diamanatkan untuk memimpin strategi serta kinerja dari ASOS Design Menswear. Tugas utamanya terbilang krusial: memperkuat proposisi produk, menegaskan otoritas mode, serta mendongkrak performa komersial lini tersebut.
Dengan rekam jejak yang mengesankan sebagai Managing Director divisi merek di Next, serta pengalaman manajerial senior di peritel global seperti Primark dan Topshop/Topman, Bennett diharapkan mampu membawa angin segar. Ia akan bersinergi lintas divisi—mulai dari produk, penjenamaan (branding), hingga tim kreatif—untuk mempertajam identitas estetika busana pria ASOS dan mengawal fase pertumbuhan berkelanjutan (sustainable growth) berikutnya.
Elena Martinez Ortiz, EVP of Product ASOS, menyatakan bahwa penunjukan Bennett merupakan pilar penting dalam strategi produk perusahaan secara keseluruhan. “Jon membawa keahlian mendalam di industri busana pria serta kemampuan terbukti dalam membangun tim produk berskala besar dengan performa tinggi. Pengalamannya akan sangat berharga saat kami terus mempertajam tawaran own-brand kami dan menghadirkan produk yang lebih relevan serta menarik bagi pelanggan,” ujarnya.
Kampanye Musim Gugur: Menyingkap Rahasia di Balik Layar Mode
Bersamaan dengan pengumuman tersebut, ASOS meluncurkan kampanye musim gugur terbaru yang terinspirasi dari tingginya kebutuhan konsumen akan panduan gaya hidup. Kampanye ini dirancang untuk merayakan kreativitas, keahlian, serta pengaruh budaya yang membentuk cara kita berpakaian sehari-hari.
Bekerja sama dengan agensi kreatif ternama Baron & Baron dan diabadikan melalui lensa fotografer berbakat Sarah Blais, kampanye ini dikemas dalam rangkaian iklan visual, konten media sosial interaktif, hingga pengalaman langsung bagi pelanggan. Narasi yang diangkat membawa audiens mengintip momen-momen intim di balik layar industri mode—mulai dari obrolan santai di sudut kantor, dinamika pengambilan keputusan di dalam ruang pas (fitting room), hingga proses kreatif penentuan sampul majalah.
Langkah kreatif ini didukung oleh riset internal terbaru ASOS yang mengungkapkan bahwa 68% konsumen merasa menentukan pakaian apa yang harus dibeli jauh lebih mudah daripada memahami bagaimana cara memadupadankannya (how to wear it). Selain itu, 53% responden menyatakan bahwa inspirasi padu padan yang utuh (total look) akan sangat membantu mereka dalam mengambil keputusan berbusana yang lebih baik.
Untuk merealisasikan konsep ini secara nyata, ASOS akan menggelar ruang pamer imersif selama lima hari di pusat kota London bertepatan dengan perhelatan akbar London Fashion Week. Di ruang kreatif ini, para pengunjung diajak masuk ke dalam semesta ASOS melalui sesi konsultasi gaya personal, instalasi interaktif, hingga kesempatan langka untuk merancang sampul digital ASOS Magazine versi mereka sendiri.
Kurasi Tren Musim Gugur dan Kebangkitan ASOS Magazine
Menyambut transisi cuaca, ASOS menyajikan kurasi koleksi musim gugur yang berfokus pada kekuatan detail dan potongan investasi jangka panjang (investment pieces). Palet warna dan tekstur yang dihadirkan kali ini sangat kaya, menonjolkan jaket transisi yang fungsional, material suede premium yang mewah, serta sentuhan renda (lace) yang feminin dan halus.
Tidak ketinggalan, motif zebra yang berani, rona merah beri yang pekat (rich berry), motif ceri dan anggur yang jenaka, serta semburat warna biru periwinkle yang segar turut mendominasi koleksi musim ini, memberikan opsi eksplorasi gaya yang tak terbatas bagi para pencinta mode.
Sebagai mahkota dari kampanye ini, ASOS Magazine resmi lahir kembali. Media ikonis ini akan terbit secara triwulanan sebagai publikasi digital melalui platform Substack, yang didampingi oleh edisi cetak terbatas (limited-edition print) untuk para kolektor.
Memasuki era baru ini, ASOS menggandeng nama-nama besar di industri kreatif. Penata rias legendaris Pat McGrath didapuk sebagai kurator kecantikan tamu (guest beauty curator), sementara pendiri La Watch Party, Elias Medini (yang akrab disapa Lyas), bergabung sebagai editor kontributor. Kreator konten Farron Clark juga turut ambil bagian sebagai marketing insider untuk membantu mengarahkan fokus editorial agar tetap relevan dengan percakapan budaya masa kini.
Vanessa Spence, EVP Brand & Creative ASOS, mengungkapkan antusiasmenya terhadap proyek kolaboratif ini. “Musim gugur adalah salah satu momen paling mendebarkan dalam dunia mode. Ini adalah waktu di mana orang-orang mengeksplorasi tren baru dan menemukan cara segar untuk mengekspresikan diri mereka.”
“Sebagian dari keindahan mode terletak pada proses kreatif di balik layar. Kampanye ini memberikan pelanggan akses eksklusif untuk ikut duduk di meja kreatif tersebut, membuka tirai industri mode dengan cara yang inspiratif, inklusif, dan sangat relevan dengan gaya hidup modern saat ini,” pungkas Spence.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post