Ancaman Teror Mengintai, AS Tarik Seluruh Pesawat Pengebom dari Inggris
WASHINGTON — Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah tegas dengan menarik seluruh armada pesawat pengebom B-1 milik militernya dari Pangkalan Udara RAF Fairford, Inggris. Keputusan darurat ini diambil menyusul munculnya kekhawatiran keamanan tingkat tinggi terkait dugaan rencana serangan teror yang menargetkan fasilitas militer strategis tersebut.
Pusat Operasi Militer Strategis Kosong
Sebelum keputusan penarikan ini diterbitkan, terdapat sekitar belasan unit pesawat pengebom B-1 yang disiagakan di pangkalan yang berlokasi di sebelah barat laut Kota London tersebut. Selama ini, Pangkalan Udara RAF Fairford memegang peranan penting sebagai pusat komando dan operasi serangan udara militer Amerika Serikat untuk wilayah Timur Tengah, khususnya Iran.
Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) membenarkan pemulangan seluruh armada udara tersebut ke markas asal mereka di Negeri Paman Sam. Langkah ini diambil demi memprioritaskan keselamatan personel dan aset militer penting milik negara.
Upaya Serangan Berhasil Digagalkan
Keputusan penarikan armada tempur ini merupakan respons cepat pasca ditemukannya indikasi ancaman keamanan yang nyata. Petugas keamanan gabungan dari Amerika Serikat dan Inggris sebelumnya dilaporkan berhasil menggagalkan potensi serangan teror yang mengincar pangkalan udara tersebut.
Dalam operasi pengamanan tersebut, pihak berwenang telah menangkap sedikitnya enam orang tersangka yang diduga kuat terlibat dalam perencanaan aksi teror terhadap Pangkalan Udara RAF Fairford.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post