Buntut Hasil Imbang Lawan Bhayangkara FC, Staf Pelatih Arema FC Angkat Bicara Soal Eksperimen Takti
MALANG TODAY – Kegagalan Arema FC mengamankan poin penuh saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC pada Sabtu (10/10/2026) menjadi bahan evaluasi mendalam bagi jajaran tim pelatih. Sorotan tajam tertuju pada keputusan taktis memasang bek tengah Hansamu Yama sebagai gelandang bertahan sejak menit awal pertandingan.
Eksperimen strategi tersebut sempat berakibat fatal bagi skuad Singo Edan. Pada babak pertama, lini tengah Arema FC tampak rapuh dan kesulitan membendung transisi cepat tim tamu, hingga akhirnya tertinggal 0-2. Beruntung, penyesuaian taktik dengan menarik keluar Hansamu pada awal babak kedua berhasil mengubah alur permainan dan menyelamatkan Arema FC dari kekalahan setelah menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Badai Cedera Paksa Pelatih Rotasi Posisi Vital
Merespons berbagai kritik terkait keputusan eksperimental tersebut, Asisten Pelatih Arema FC, Andre Caldas, memberikan penjelasan resmi. Menurutnya, keputusan menurunkan Hansamu di luar posisi alaminya murni disebabkan oleh krisis pemain di sektor vital lini tengah.
Pilar utama gelandang bertahan Singo Edan, Betinho, terpaksa absen dalam laga krusial tersebut akibat cedera yang dialaminya menjelang pertandingan.
“Cedera menjadi alasan dia (Betinho) tidak masuk ke dalam daftar susunan pemain. Saat ini kami tidak memiliki pemain spesifik yang bisa mengawal lawan sebaik Betinho. Karena gelandang bertahan murni kami tidak tersedia, itulah mengapa kami memilih untuk menurunkan Hansamu Yama,” ungkap Andre Caldas.
Bukan Perjudian Tanpa Perhitungan
Meski strategi tersebut tidak berjalan maksimal di lapangan, Andre menegaskan bahwa penunjukan Hansamu Yama bukanlah bentuk perjudian taktik yang dilakukan secara mendadak. Tim pelatih telah menggembleng dan menguji coba skema tersebut dalam masa persiapan tim selama sepekan penuh.
“Dia adalah pemain yang dinilai mampu mengemban tugas tersebut, dan tentu saja kami sudah melatihnya sepanjang pekan. Memainkannya adalah salah satu opsi yang kami miliki, dan itulah alasan kami memilih dia,” tegas Andre.
Hasil evaluasi dari laga ini dipastikan menjadi pelajaran berharga bagi jajaran staf pelatih Arema FC. Keseimbangan kedalaman skuad serta kesiapan pemain pelapis di rentang posisi kritis menjadi aspek utama yang harus segera dibenahi Singo Edan guna mengarungi laga-laga lanjutan di kompetisi musim ini.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post