MALANG TODAY – Menjelang gelombang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA dan SMK pada akhir Oktober hingga awal November 2026 mendatang, kesiapan infrastruktur digital di daerah menjadi sorotan utama. Untuk mengantisipasi potensi kekacauan jaringan saat ujian berbasis komputer berlangsung, sekolah-sekolah di wilayah Blitar yang berada di bawah naungan Jawa Timur kini diwajibkan menyiapkan sistem cadangan ganda, mulai dari penyediaan provider internet alternatif hingga koordinasi intensif terkait pasokan listrik.
Langkah preventif ini diambil guna memastikan hak puluhan ribu pelajar di daerah tetangga Malang Raya tersebut dapat menempuh ujian secara adil tanpa terkendala masalah teknis yang tidak diinginkan.
Wajib Provider Cadangan dan Antisipasi Listrik Padam
Sektor konektivitas menjadi titik krusial yang mendapatkan perhatian ekstra dari pihak regulator pendidikan daerah. Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Blitar, Abusani, menegaskan bahwa seluruh satuan pendidikan di jenjang SMA/SMK telah diinstruksikan untuk memiliki setidaknya dua jalur koneksi internet dari penyedia jasa (provider) yang berbeda.
“Kami minta sekolah menyediakan minimal dua provider internet sebagai cadangan. Jadi kalau seandainya internet utama mengalami gangguan atau mati, ada cadangan yang langsung bisa digunakan,” ujar Abusani saat memberikan keterangan terkait kesiapan teknis ujian.
Selain ancaman ketidakstabilan sinyal internet, ancaman pemadaman listrik mendadak juga dimitigasi sejak dini. Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Blitar mengonfirmasi telah bersurat secara resmi kepada pihak PLN setempat guna memohon dukungan penuh berupa kepastian tanpa pemadaman listrik secara sepihak selama masa krusial ujian berlangsung.
Gladi Bersih dan Kesiapan Perangkat Ujian
Meski menginstruksikan penguatan sarana pendukung, pihak dinas memastikan bahwa secara keseluruhan kesiapan logistik dan sarana pendukung di sekolah-sekolah Blitar telah terpenuhi dengan baik. Saat ini, seluruh unit sekolah tengah memfokuskan siswa pada tahapan gladi bersih yang digelar hingga pekan depan.
“InsyaAllah, semua sekolah sudah siap melaksanakan TKA. Untuk peralatan teknis pendukung TKA, seluruh kebutuhan juga sudah terpenuhi,” tambah Abusani optimis.
Tahapan gladi bersih ini dinilai penting untuk menguji ketahanan server internal sekolah, simulasi beban jaringan, sekaligus membiasakan para siswa dengan antarmuka perangkat lunak ujian sebelum menghadapi pelaksanaan TKA yang sesungguhnya.
Belasan Ribu Siswa Bersiap Hadapi Dua Gelombang Ujian
Berdasarkan data rekapitulasi, pelaksanaan TKA di Blitar tahun ini diikuti oleh total 14.022 siswa. Angka tersebut terbagi atas 8.518 siswa di wilayah Kabupaten Blitar dan 5.504 siswa di Kota Blitar.
Para peserta ujian akan diuji dalam empat mata pelajaran utama, yang meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, serta satu mata pelajaran pilihan sesuai dengan minat dan penjurusan siswa.
Adapun jadwal resmi pelaksanaan TKA jenjang SMA/SMK tahun 2026 ini dirancang dalam beberapa gelombang kelonggaran waktu, yakni:
- Gelombang Reguler 1: 26–29 Oktober 2026
- Gelombang Reguler 2: 2–5 November 2026
- Gelombang Khusus: 31 Oktober–1 November 2026 dan 7–8 November 2026
Kesiapan matang di daerah perbatasan ini diharapkan dapat menjadi rujukan ketangguhan penyelenggaraan ujian digital bagi wilayah sekitarnya di Jawa Timur, termasuk di kawasan Malang Raya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post