Kewaspadaan Tetap Tinggi Meski Posko Karhutla Gunung Kawi Nihil Kejadian Baru
MALANG TODAY – Pemerintah Kabupaten Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan siaga penuh untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pegunungan Kawi. Meski laporan terkini Posko Komando Tanggap Darurat menyatakan nihil kejadian bencana baru, pemantauan ketat dan kesiapsiagaan personel tetap disiagakan secara nonstop selama 24 jam penuh.
Langkah antisiapsi ini diambil mengingat kondisi iklim kemarau di wilayah Malang Raya masih menyisakan potensi kerawanan yang cukup tinggi, baik dari ancaman karhutla di wilayah dataran tinggi maupun krisis air bersih di kawasan pesisir selatan.
Intensifkan Monitoring 33 Kecamatan dan Koordinasi Jalur Udara
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menegaskan bahwa ketiadaan laporan bencana baru tidak melonggarkan pengawasan petugas di lapangan. Pemantauan intensif dilakukan secara menyeluruh mencakup 33 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Malang.
“Monitoring terus dilakukan untuk memastikan perkembangan situasi di lapangan serta mempercepat respons apabila ditemukan potensi kejadian baru,” tegas Sadono Irawan saat dikonfirmasi mengenai dinamika kebencanaan daerah.
Untuk mengoptimalkan pemantauan kawasan hutan Kawi, BPBD terus berkoordinasi secara berkala dengan Pos Lapang Merkusi yang berlokasi di Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir. Jaringan komunikasi terintegrasi yang memanfaatkan frekuensi radio VHF/UHF, sistem digital, hingga saluran siaga (call center) dikerahkan agar koordinasi berjalan tanpa hambatan.
Ancaman Kekeringan Mengintai Malang Selatan
Selain fokus pada mitigasi titik api di Pegunungan Kawi, BPBD Kabupaten Malang juga memeta-kandampak kekeringan yang mulai dirasakan warga. Perhatian khusus saat ini tertuju pada wilayah Malang Selatan, terutama di Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
Beberapa wilayah yang masuk dalam peta rawan krisis air bersih di antaranya:
- Desa Sumberagung
- Desa Kedungbanteng
- Desa Tambakrejo
Untuk menanggulangi ancaman ganda berupa kekeringan dan potensi karhutla, BPBD menerapkan skema kerja siaga dalam dua giliran tugas (shift) selama 24 jam penuh. Pola ini diterapkan agar proses penanganan darurat maupun distribusi bantuan air bersih dapat dieksekusi dengan cepat.
Faktor Cuaca dan Imbauan Kewaspadaan Masyarakat
Kondisi cuaca dominan cerah yang menyelimuti wilayah Kabupaten Malang—dengan rentang suhu berkisar antara 21 hingga 26 derajat Celsius serta tingkat kelembapan udara mencapai 91 hingga 95 persen—menjadi variabel utama yang terus diamati. Kombinasi cuaca ini dapat membuat vegetasi hutan menjadi sangat kering dan rentan terbakar hanya karena percikan api kecil.
Menghadapi situasi ini, BPBD mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya para pendaki, petani lahan perhutanan, dan warga di sekitar kaki Gunung Kawi, untuk senantiasa menjaga kewaspadaan. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, membuang puntung rokok sembarangan, maupun membuat perapian tanpa pengawasan ketat. Jika menemukan indikasi titik api atau situasi darurat kebencanaan, warga diharapkan segera melapor ke posko penanggulangan bencana terdekat.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post