Sana’a, Malang Today – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah kian memanas setelah kelompok Houthi Yaman mengeluarkan peringatan terbuka kepada seluruh maskapai penerbangan internasional, wisatawan, serta pekerja bandara untuk menghindari seluruh fasilitas penerbangan dan wilayah udara Arab Saudi. Imbauan ini dirilis tak lama setelah insiden serangan mematikan di bandara internasional Riyadh yang menewaskan belasan orang.
Juru Bicara Militer Houthi, Yahya Saree, menegaskan bahwa seluruh bandara di wilayah Arab Saudi kini masuk dalam radar zona target operasi militer mereka. Meski demikian, pihak Houthi memberikan pengecualian khusus untuk koridor penerbangan dan fasilitas bandara di dua kota suci umat Islam, yakni Mekkah dan Madinah.
Ancaman Lanjutan Pascaserangan Riyadh
Pernyataan ketat dari militer Houthi ini berhembus pasca-insiden serangan udara mendadak yang menghantam kompleks Bandara Internasional Riyadh. Peristiwa tragis tersebut mencatatkan sedikitnya 12 korban jiwa dan memicu luka-luka pada lebih dari 300 orang. Serangan ini dinilai sebagai insiden terburuk dan paling mematikan yang melanda wilayah Kerajaan Arab Saudi dalam satu dekade terakhir.
Melalui penyataan resminya, Houthi meminta publik global dan otoritas penerbangan internasional untuk mengindahkan peringatan tersebut guna menghindari jatuhnya korban sipil tambahan.
“Kami memperbarui peringatan kepada seluruh maskapai penerbangan, pakar, karyawan, hingga pelancong agar tidak menggunakan bandara dan wilayah udara Saudi. Lokasi-lokasi tersebut kini rentan terhadap serangan dan telah menjadi sasaran operasi pasukan kami, kecuali bandara di kota suci Mekkah dan Madinah,” tegas Yahya Saree.
Pihak Houthi juga menegaskan bahwa pemerintah Arab Saudi harus bertanggung jawab penuh atas segala risiko kerugian atau kegagalan sistem pertahanan udara dalam mengantisipasi serangan balasan yang diluncurkan pihak milisi.
Pertikaian Sengit Perebutan Jalur Laut Merah
Ketegangan antarkedua pihak disinyalir memuncak akibat manuver militer Kerajaan Arab Saudi yang kian intensif di wilayah Yaman selama beberapa pekan terakhir. Riyadh terus meningkatkan intervensi militer dengan melancarkan rentetan serangan udara guna mendukung serangan balasan pasukan pemerintah Yaman.
Langkah tegas Arab Saudi tersebut diambil merespons aksi kelompok Houthi yang disokong Iran setelah mereka berhasil menguasai sejumlah titik strategis di sepanjang pesisir Laut Merah. Perebutan kawasan pesisir ini dinilai sangat vital lantaran mengancam stabilitas jalur perdagangan Internasional dan keamanan geopolitik di kawasan Teluk.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post