Sebuah ajang tak biasa bertajuk Matt Race resmi digelar di Tokyo, Jepang, pada Senin (5/10/2026). Kompetisi tidur perdana di Negeri Sakura ini melibatkan 75 peserta yang saling beradu cepat dan stabil untuk mencapai kualitas tidur lelap terbaik demi memperebutkan total hadiah ratusan juta rupiah.
Diprakarsai oleh perusahaan perlengkapan tidur Koala Mattress, ajang unik ini menyediakan hadiah utama sebesar 2 juta yen atau setara dengan Rp226 juta. Langkah inovatif ini dihadirkan bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sebagai respons terhadap isu kesehatan masyarakat yang tergolong krusial di negara tersebut.
Uji Kualitas Tidur Berbasis Sensor Otak
Dalam teknis pelaksanaannya, seluruh peserta diminta berbaring di atas kasur empuk selama 90 menit di dalam ruangan khusus berpencahayaan temaram. Untuk mengukur tingkat keberhasilan secara objektif, panitia memasang alat pemantau gelombang otak di kepala setiap peserta.
Perangkat sensor tersebut mencatat data riil untuk mengukur tingkat ketenangan, kestabilan, serta skor kualitas tidur peserta secara keseluruhan. Tantangan terberat bagi para kontestan adalah bagaimana meregangkan otot dan menenangkan pikiran di bawah tekanan situasi kompetisi.
Sensasi menarik ini dirasakan langsung oleh Chisato Honda (32), salah satu peserta perlombaan. Ia mengaku sangat menikmati pengalaman langka tersebut meski terasa begitu singkat. “Semuanya berlalu dalam sekejap. Saya malah berharap bisa tidur sedikit lebih lama,” ungkap Honda seusai kompetisi.
Soroti Fenomena Krisis Kurang Tidur di Jepang
Di balik kemeriahannya, ajang ini membawa misi kesadaran sosial. Direktur Kreatif Koala Sleep Japan, Riichiro Nakama, menjelaskan bahwa Jepang kerap digambarkan sebagai negara yang tengah mengalami krisis waktu istirahat akibat tingginya ritme kerja dan gaya hidup perkotaan.
Data dari Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) mencatat bahwa rata-rata durasi tidur masyarakat Jepang hanya berada di angka 7 jam 24 menit per hari. Angka ini menempatkan Jepang di posisi paling rendah dibandingkan negara-negara anggota OECD lainnya.
“Melalui acara seperti ini, kami berharap dapat mengajak orang-orang untuk mengistirahatkan tubuh bersama, sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat luas terhadap pentingnya kualitas tidur bagi kesehatan,” terang Nakama.
Pemenang Bawa Pulang Ratusan Juta Rupiah
Gelar juara pertama dalam kompetisi tidur ini berhasil disabet oleh seorang wanita yang menggunakan nama panggung Suimii. Demi menjaga privasi, ia memilih untuk tidak mempublikasikan identitas aslinya kepada publik.
Suimii mengungkapkan bahwa uang tunai Rp226 juta yang berhasil dimenanginya akan dimanfaatkan untuk merencanakan kepindahan rumah dan memulai hidup mandiri. Sementara itu, peserta yang berhasil meraih posisi kedua tidak pulang dengan tangan kosong, melainkan berhak membawa pulang hadiah hiburan berupa uang tunai sekitar Rp22 juta.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post