Industri ritel kopi olahan di Indonesia terus menunjukkan dinamika persaingan yang kian sengit antar pemain utama. Dua raksasa bisnis kuliner modern berbasis kopi, PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) dan Kopi Kenangan, mencatatkan kinerja keuangan serta ekspansi jaringan gerai yang sangat masif, sekaligus mempertegas dominasi mereka di segmen pasar ritel makanan dan minuman (food and beverage/F&B) nasional hingga mancanegara.
Akselerasi Keuangan dan Agresivitas Jaringan FORE
Emiten pengelola merek Fore Coffee dan Fore Donut, PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE), membukukan lompatan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang paruh pertama tahun ini. Pada semester I-2026, perseroan berhasil meraih pendapatan sebesar Rp 1 triliun, atau melonjak tajam 52% secara tahunan (year-on-year/yoy). Lonjakan top line tersebut ditopang oleh pertambahan jumlah gerai aktif yang tumbuh 44% yoy hingga mencapai 377 gerai.
Efisiensi operasional dan kapabilitas efektivitas biaya yang solid turut memacu perolehan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA). EBITDA FORE melompat 65% yoy menjadi Rp 216 miliar, dengan marjin EBITDA yang mengalami ekspansi ke level 21,5% dari posisi 19,7% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian positif pada semester I-2026 ini melanjutkan tren pertumbuhan berkelanjutan yang telah diukir sejak tahun buku 2025. Sepanjang 2025, FORE berhasil mengantongi penjualan neto sebesar Rp 1,49 triliun dengan perolehan laba bersih mencapai Rp 90,13 miliar. Hingga penutupan 2025, FORE mengoperasikan 316 gerai di Indonesia dan empat gerai internasional di Singapura.
Guna mempertahankan momentum pertumbuhan, perseroan menargetkan penambahan 100 gerai baru sepanjang tahun ini, yang terdiri atas 70 gerai Fore Coffee dan 30 gerai Fore Donut. Target ini berkesinambungan dengan kinerja penambahan jaringan pada tahun 2025 yang sukses meresmikan 90 gerai anyar.
Skalabilitas Bisnis Kopi Kenangan di Pasar Global
Di sisi lain, pesaing utamanya, Kopi Kenangan, juga menunjukkan taringnya sebagai entitas bisnis F&B dengan profitabilitas yang solid. Berdasarkan laporan ESG tahun buku 2025, Kopi Kenangan mencatatkan EBITDA sebesar US$ 37 juta serta pembukuan laba bersih mencapai US$ 18 juta (setara lebih dari Rp 300 miliar).
Dari sisi jangkauan operasional, Kopi Kenangan mencatatkan penetrasi jaringan yang sangat luas. Hingga akhir tahun 2025, perseroan telah mengoperasikan 1.173 gerai di Indonesia serta memperluas jangkauan operasionalnya ke 6 negara.
Ekspansi jaringan tersebut terus melaju kencang. Data operasional terbaru menunjukkan bahwa Kopi Kenangan kini telah mengoperasikan total 1.289 gerai yang tersebar di 141 kota, semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu pemain ritel kopi dengan footprint terbesar di kawasan kawasan regional.
Perebutan Pasar Segmen Premium Affordable
Persaingan ketat antara FORE dan Kopi Kenangan mencerminkan keberhasilan pembuktian model bisnis ritel kopi modern yang sangat dapat ditingkatkan skalanya (scalable). Didirikan sejak 2018, FORE secara konsisten menyasar segmen pasar premium affordable dengan penetrasi jaringan yang cepat di lebih dari 50 kota di Indonesia dan Singapura.
Dengan strategi pembukaan gerai yang agresif, diferensiasi produk, serta efisiensi marjin operasional, kedua perusahaan ini tidak hanya memperebutkan pangsa pasar konsumsi kopi domestik, melainkan juga membuktikan daya saing model bisnis F&B asal Indonesia di kancah internasional.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.










Discussion about this post