Pasar komoditas global kembali menyaksikan pergerakan dinamis harga emas dunia yang mulai merambat naik setelah sempat tertekan hebat. Pada perdagangan Rabu (7/10/2026), harga komoditas logam mulia ini tercatat menguat tipis 0,1% ke level US$ 4.168,04 per ons troi. Kendati demikian, para pelaku pasar mengimbau para investor untuk tetap waspada mengingat tren penurunan (bearish) secara keseluruhan dinilai belum sepenuhnya berakhir.
Analis Pasar StoneX, Fawad Razaqzada, mengungkapkan bahwa pemulihan harga emas dalam beberapa hari terakhir belum cukup solid untuk mengubah proyeksi jangka pendek. Meski pelemahan harga minyak bumi serta ekspektasi kebijakan bank sentral AS (The Fed) yang lebih melunak (dovish) memberikan stimulus bagi emas untuk memantul (rebound), lonjakan imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah Amerika Serikat masih menjadi penahan utama laju penguatan.
Zona Support Rentan dan Ancaman Tekanan Teknis
Secara teknikal, pergerakan emas saat ini tengah menguji area pertahanan atau zona support kunci di kisaran US$ 4.000 hingga US$ 4.120 per ons troi. Emas sebelumnya sempat merosot menembus level terendah mingguan di angka US$ 4.111 per ons troi sebelum akhirnya merangkak naik, terdorong oleh penurunan tipis pada yield Treasury dan harga minyak mentah.
Razaqzada menegaskan bahwa jalur dengan resistensi terendah untuk prospek jangka pendek emas masih condong ke arah penurunan (downside). Menurutnya, belum ada perubahan fundamental yang cukup signifikan untuk memastikan bahwa penguatan Dolar AS dan imbal hasil obligasi akan meredup dalam waktu dekat.
“Apabila zona support tersebut jebol pada penutupan grafik mingguan, maka proyeksi harga emas ke depan akan semakin tertekan ke zona bearish,” paparnya dalam analisis teknikal pasar.
Level Psikologis US$ 4.000 Jadi Benteng Terakhir
Para analis menyoroti angka US$ 4.000 per ons troi sebagai batas psikologis krusial sekaligus penentu arah tren jangka panjang. Jika harga emas terkoreksi tajam dan menembus batas ini secara meyakinkan, maka struktur tren naik (bullish) skala besar yang telah terbentuk sebelumnya berpotensi mengalami kerusakan signifikan.
Skenario terburuk memproyeksikan, jika harga emas terlebih dahulu menembus titik teknis US$ 4.106 per ons troi, maka harga berisiko terseret meluncur kembali menuju US$ 4.000 per ons troi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan harga akan terus melorot mendekati level terendah periode Juni di kisaran US$ 3.942 per ons troi.
Syarat Emas Kembali ke Tren Bullish
Kendati bayang-bayang koreksi masih mengintai, peluang bagi komoditas emas untuk membalikkan arah menuju tren menguat (bullish) tetap terbuka. Investor dan pelaku usaha perlu memantau ketat pergerakan harga pada area resistensi teknis.
Razaqzada menambahkan, aset aman (safe haven) ini setidaknya harus mampu menembus dan bertahan secara konsisten di atas zona resistance US$ 4.235 hingga US$ 4.282 per ons troi. Penembusan pada level tersebut menjadi syarat mutlak untuk menetralkan tekanan bearish jangka pendek sekaligus membuka jalan bagi Reli kenaikan harga berikutnya di pasar global.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post