Polisi Ringkus Pelaku Penembakan Berdarah di Cengkareng, Senjata Api Rakitan Disita
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil mengamankan seorang pria berinisial FDM, pelaku utama aksi penembakan yang terjadi di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Penangkapan tersebut berhasil dilakukan tim penyidik dalam kurun waktu kurang dari 24 jam pasca-insiden penyerangan berdarah itu terjadi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa penangkapan tersangka dilakukan secara cepat usai kepolisian melakukan pelacakan intensif di berbagai lokasi. “Dalam penanganannya, Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah mengamankan satu orang pelaku dengan inisial FDM pada 15 Oktober, atau satu hari setelah kejadian,” ujar Budi Hermanto dalam keterangan resminya di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (31/10/2026).
Meski telah mengamankan satu tersangka kunci, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyidikan masih berlanjut. Saat ini, tim penyidik terus bergerak di lapangan untuk mengejar sejumlah pelaku lain yang diduga kuat turut terlibat dalam aksi penyerangan kelompok tersebut.
Kronologi Penangkapan dan Penyerahan Diri di Duren Tiga
Dalam kesempatan yang sama, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Imron Ermawan membeberkan dinamika penangkapan tersangka. Setelah perbuatannya memicu kegemparan, FDM sempat melarikan diri dan bersembunyi di sejumlah titik di wilayah Jakarta sebelum akhirnya menyerahkan diri kepada aparat kepolisian.
“Tersangka FDM, setelah dikejar dan dicari di berbagai titik di Jakarta, alhamdulillah melalui informasi yang ada dan perantara, menyerahkan diri kepada petugas Krimum Polda Metro Jaya di daerah Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan,” kata Imron. Saat menyerahkan diri, pelaku juga membawa serta barang bukti utama berupa satu pucuk senjata api rakitan beserta dua butir amunisi aktif.
Motif Balas Dendam dan Eskalasi Konflik Kelompok
Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam, Imron mengungkapkan bahwa aksi nekat yang dilakukan FDM murni dipicu oleh dendam pribadi. Pelaku tidak terima setelah sebelumnya diduga menjadi korban pemukulan oleh sekelompok orang di lokasi kejadian.
Merasa tidak terima atas perlakuan tersebut, FDM kemudian menggalang kekuatan dengan mengumpulkan rekan-rekannya untuk melakukan aksi pembalasan. Mereka menyatroni lokasi kejadian di Jalan Pinggir Kali, Kalibaru Timur, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (14/10/2026) sore sekitar pukul 15.30 WIB.
“Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh motif balas dendam. Tersangka kemudian mengumpulkan sejumlah rekannya dan mendatangi lokasi kejadian dengan membawa senjata tajam jenis parang serta senjata api rakitan. Setibanya di lokasi, kelompok tersebut melakukan penyerangan secara bersama-sama,” tegas Imron.
Penyitaan Barang Bukti dan Penyidikan Lanjutan
Dari tangan tersangka dan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas kepolisian berhasil mengamankan barang bukti krusial yang memperkuat tindak pidana tersebut. Barang bukti yang disita meliputi sepucuk senjata api rakitan, dua butir peluru kaliber 9 mm, satu butir amunisi, satu butir selongsong, serta satu butir proyektil bekas tembakan.
Polda Metro Jaya memastikan akan mengusut tuntas kasus ini hingga seluruh anggota kelompok yang terlibat dalam aksi kekerasan bersenjata ini berhasil ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post